• About
  • Parent Page
  • Archives
  • Uncategorized
  • BAB 6. Manusia Dan Penderitaan

    Minggu, 26 Desember 2010

    6. MANUSIA DAN PENDERITAAN


    A. PENDERITAAN
    Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra. Derita artinya nanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.

    B.     S I K S A A N
    Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani.
    Akibat  siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis misalnya:
    1. Kebimbangan: dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang akan diambil.
    2. Kesepian: dialami seseorang yang merasa kesepian walaupun berada di lingkungan ramai.
    3. Ketakutan: merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
    Sebab Seseorang Merasa Ketakutan :
    1. Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup;
    2. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka;
    3. Gamang : takut berada di tempat ketinggian;
    4. Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap;
    5. Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit;
    6. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan.

    C.  KEKALUTAN MENTAL
    Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.

    Gejala-gejala permulaan seseorang mengalami kekalutan mental :
    1. Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
    2. Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
    Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah :
    1. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan Si Penderita baik jasmi maupun rohani;
    2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif;
    3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown )

    Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
    1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
    2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
    3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.


    Proses-proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah :
    1.  Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup;
    2.  Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.

    BENTUK-BENTUK FRUSTASI
    1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali;
    2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan;
    3. Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama;
    4. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain;
    5. Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses  dalam imajinasinya;
    6. Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain
    7. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.

      Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
      1. Kota-kota besar : yang memberikan tantangan hidup yang berat, sehingga mereka dikejar-kejar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya;
      2. Anak-anak muda usia : yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau di idam-idamkan, karena tidak berimbangnya kemampuan dan tujuannya;
      3. Wanita : pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dipendam ke dalam hati atau perasaannya, tetapi sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, mereka memiliki kondisi tubuh yang lemah;
      4. Orang yang tidak beragama : tidak memiliki keyakinan, bahwa di atas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi, sehingga sifat pasrah tidak dikenalnya;
      5. Orang-orang yang terlalu mengejar materi : seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat ngoyo dalam memperoleh tujuan kegiatannya, mencari untung sebanyak mungkin, mereka adalah kaum materialistis.

       D. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
      Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.

      E.     PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
      Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya  mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.
      Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

      F.      PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
      Berdasarkan sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
      A)   Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
               Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga;
               Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak;
               Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama;
               Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
      B)   Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
               Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan;
               Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar menerima cobaan ini;
               Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.


      G. PENGARUH PENDERITAAN
      Sikap yang timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun sikap negatif.  Contoh sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif dan tidak mudah menyerah. Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.






      0 komentar:

      Posting Komentar