• About
  • Parent Page
  • Archives
  • Uncategorized
  • BAB 3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusasteraan

    Minggu, 26 Desember 2010

    3. KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTERAAN



    A. Pendekatan Kesusasteraan
    Ilmu Budaya Dasar semula bernama Basic Humanities, dari bahasa Inggris The Humanities. Bahasa Latin Humanus, berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari The Humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, berbudaya, dan halus.

    B. Hubungan Ilmu Budaya Dasar dan Prosa
    Prosa sering disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
    Dalam kesusasteraan Indonesia kita mengenal jenis Prosa Lama dan Prosa Baru.
    Prosa Lama meliputi Dongeng, Hikayat, Sejarah, Epos, Cerita Pelipur Lara.
    Prosa Baru meliputi Cerpen, Novel, Biografi, Kisah, Otobiografi.

    C. Nilai-nilai dalam prosa fiksi
    Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain  :
    1. Prosa fiksi memberikan kesenangan bagi pembaca, mendapatkan pengalaman peristiwa.
    2. Prosa fiksi memberikan informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
    3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural, dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi warisan budaya bangsa.
    4. Prosa memberikan keseimbangan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. 

    Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua:
    1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya. Kebanyakan karya sastra Indonesia di zaman Jepang yang dikelompokkan ke dalam kelompok ini.
    2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan tetapi untuk merenung.


    D. Hubungan Ilmu Budaya Dasar dengan Puisi
    Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
    1. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :Figura bahasa seperti gaya personifikasi, metafora,  perbandingan, alegori, sehingga menjadi segar dan menarik.
    2. Kata-kata yang ambiquitas atau bermakna ganda.
    3. Kata-kata yang berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu jiwa.
    4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan  nilai-nilai   tertentu.


    Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu  Budaya Dasar  adalah sebagai berikut:
    1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
    2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
    3. Puisi dan keinsyafan sosial.
                Puisi juga memberikan pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
                o   Penderitaan atas ketidakadilan;
                o   Perjuangan untuk kekuasaan;
                o   Konflik dengan sesamanya;
                o   Pemberontakan kepada hukum Tuhan.
    Puisi–puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih yang terdapat di dalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan.
    Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusasaan dan lain-lain).

                

    0 komentar:

    Posting Komentar